Rabu, 19 Mei 2010

Dhani-Maia Makin Panas MENGAKU SUDAH INTIM DENGAN BANG X



Sebelum berangkat ibadah umrah (23/4), Maia "Ratu" rupanya sempat mengadukan sang suami, Ahmad Dhani, ke Polda Metro Jaya, Jumat (20/4) malam. Pengacara Maia, Sheila A Salomo, yang mengantar kliennya ke polisi itu, menyebut Maia telah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara psikis dari Dhani. Dan itu sudah berlangsung lama.

KLIK - Detail Kata Sheila, selama itu pula Maia berusaha bersabar dan membuka komunikasi dengan Dhani. Namun, Dhani tak kunjung berubah. "Akhirnya Maia enggak tahan dan melaporkan ke polisi. Kekerasan yang dilaporkan, baik berupa ancaman-ancaman melalui SMS juga tindakan seperti membongkar lemari Maia, mengeluarkan pakaian Maia dan dikirim ke Surabaya. Selain itu sepatu Maia juga dikeluarkan dan sampai sekarang enggak tahu dimana," papar Sheila.

Jumat (20/4) lalu menjadi titik kulminasinya. Karena Maia tidak bisa pulang ke rumah karena pintu sudah dikunci dan digembok. Agar bisa masuk rumah, Maia harus lompat pagar dan jendela. "Yang kami khawatirkan hal ini akan berdampak pada anak-anak. Karena mereka melihat dan mendengar perlakukan demikian. Akhirnya, Maia katakan ia sulit hidup dengan tenang dalam situasi seperti itu."

Laporan Maia itu mendapat reaksi keras dari Dhani. Kekerasan yang dituduhkan kepadanya, menurut Dhani adalah friksi yang biasa terjadi dalam rumah tangga. "Mana ada suami istri yang enggak pernah berantem? Kalau suami dan istri berantem itu kekerasan dalam rumah tangga, apa suami istri enggak boleh berantem?" ujar Dhani saat dijumpai (26/4). Dhani pun menuding Maia telah salah memilih teman diskusi dalam membicarakan masalahnya, termasuk pengacaranya.

Dhani pun membantah telah melakukan pengerusakkan lemari pakaian milik Maia. Ia membongkar karena ingin mengganti dengan yang baru. "Saya enggak merusak lemari, itu tuduhan. Makanya saya kesalnya dengan Salome ini karena dia ngomongnya seolah-olah saya bersalah. Harusnya pengacara yang baik menghargai asas praduga tak bersalah. Seharusnya dia ngomong bahwa di duga kuat Dhani ini melakukan tindak pengerusakkan. Enggak asal njeblak."

Dhani menilai Maia saat ini sedang mabuk popularitas, sehingga amat sulit diperingatkan suaminya. Amat berbeda saat Maia masih berkonsentrasi mengurusi rumah tangganya.

Akibat perubahan sikap dan laporan Mia pula, Dhani mengungkap kembali dugaan sang istri telah berselingkuh dengan seorang petinggi sebuah stasiun televisi. Bahkan Dhani merasa mengaggap perlu mengirimkan surat terbukanya tentang perselingkuhan itu ke Ibu Negara RI Ani Susilo Bambang Yodhoyono, Ibu Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid dan Menteri Negera Pemberdayaan Perempuan Ibu Mutia Hatta.

KLIK - Detail Dhani mengakui kekecewaannya memuncak saat mendapat rekaman percakapan antara Maia dengan selingkuhannya itu. "Termasuk pengakuannya via telepon dengan seseorang bahwa dia pernah melewati masa-masa indah bersama orang kuat tersebut," ungkap Dhani dalam surat tersebut.

Pengakuan itu pun didokumentasikan dan disaksikan pengacara mereka. "Dalam rekaman yang kami miliki, Maia mengakui perselingkuhannya. Dia bilang, 'Demi Allah, jangan diceritakan ke orang, saya sudah making love dengan Bang X.' Itu direkam Februari 2007 kemarin," kata Syamsul Huda, konsultan hukum Dhani.

Ditegaskan kuasa hukum Dhani yang lain, Umar Husin SH. MH, bahwa bukti perselingkuhan tersebut bukan isapan jempol. "Kalau memang perlu, kami akan memutar rekaman pengakuan perselingkuhan Maia. Agar orang tidak menduga-duga apa yang terjadi sesungguhnya," tukasnya.

Dhani pun berencana mengambil langkah hukum atas dugaan perselingkuhan Maia yang kabarnya terjadi sekitar September sampai November 2006 itu. "Karena istri saya sudah melakukan upaya hukum dan telah dipublikasikan oleh pengacaranya, sehingga timbul opini yang memojokkan saya dan mengarah pada character assasination pada citra diri saya. Maka dengan terpaksa saya akan mempertimbangkan untuk melaporkan balik perzinahan yang dilakukan istri saya," tulis Dhani.

Mengapa? "Tidak lain agar sebagian masyarakat yang selama ini telah menempatkan saya sebagai suami yang jahat, arogan, tidak tahu perasaan perempuan, tidak bertanggungjawab dan setumpuk predikat busuk lainnya dapat juga memahami serta memaklumi saya," tambah pria berjenggot ini.

Ke depan, Dhani menyerahkan nasib rumah tangganya di tangan Maia. Tapi, ia tetap menghimbau Maia agar kembali dalam pelukan keluarga. "Marilah memulai hidup yang lebih baik dengan tetap berpegang teguh kepada ajaran agama yang kami yakini bersama. Ingat, selamanya perang tidak akan menghasilkan apa-apa melainkan kehancuran. Jangan menunggu hikmah dengan pengorbanan apapun yang tidak sepadan," harap Dhani.



Maia "Ratu" GONO-GINI UNTUK ANAK

Hubungan Dhani dengan Maia masih menyimpan bara. Kali ini Maia seperti pasrah terhadap ultimatum Dhani. Apa komentar Maia jika percerian akhirnya terjadi? Betulkah Dhani cemburu dengan keberhasilan Maia?

Urusan rumah tangga Ahmad Dhani-Maia Estianty kembali mengemuka. Setelah batal membubarkan Ratu karena menganggap Maia mulai menomerduakan keluarga, Dhani kembali mengumbar berita, sudah sekitar dua bulan pisah ranjang dengan Maia. Loh, bukankah urusan rumah tangga mereka telah selesai?

KLIK - Detail Seperti diketahui, sejak Juli 2006 lalu hubungan Dhani-Maia mulai digoncang cobaan dengan munculnya isu pernikahan siri Dhani dengan Mulan Kwok, partner baru Maia di Ratu. Berita itu tinggal menjadi gosip, meski telah membuat hubungan di antara Maia-Dhani-Mulan mereka menjadi tidak enak. Bahkan, hubungan Dhani dengan bapaknya Eddy Abdul Manaf luluh lantak.

Di pertengahan November 2006 cerita perseteruan Dhani dengan Maia makin jelas tercium. Dhani mengultimatum Maia untuk membubarkan Ratu atau dicerai jika tidak meluluskan. Dhani beralasan Maia makin sibuk dengan urusan karier sehingga tanggung jawabnya terhadap keluarga, terutama ke tiga anaknya, Ahmad Al gazali, El Jalaludin Rumi dan Abdul Qodir Jaelani, terabaikan.

Pernyataan Dhani ini dilandasi suatu kejadian. Kejadian yang membuat amarah Dhani memuncak. Bagaimana tidak, Maia tidak bisa dihubungi gara-gara menghadiri acara malam yang digelar komedian Aming Sugandi. Entah apa yang dikatakan Dhani ke Maia kemudian, karena yang pasti telepon genggam manajer Ratu, Vita Ramona, babak belur dihajar Dhani. Konon, kerabat Maia yang mengikuti acara dugem itu juga kena getahnya.

Polemik itu akhirnya terpecahkan, Ratu tidak bubar dan Maia tetap menjadi istri Dhani. Tetapi Vita harus menjadi korban. Wanita yang ikut membesarkan Ratu itu dipecat. Ratu pun dalam kendali Dhani.

Gara-gara kejadian tersebut, kala itu Dhani sempat berbicara telah pisah ranjang dengan Maia.

Hubungan mereka sudah tegang. Tapi entah, apakah setelah Vita disingkirkan Dhani-Maia akur kembali. Apakah Maia menerima kenyataan itu dengan lapang dada? Sebab Maia lebih banyak diam dan mengikuti lakon yang dikumandangkan suaminya. Kemesraan yang mereka tunjukan dalam beberapa kesempatan tampaknya semu. Bara sepertinya masih menyala di antara mereka.

Kini Dhani mengeluarkan lagi pernyataan yang mengernyitkan dahi. Bukan pernyataan pisah ranjang saja, Dhani juga membuka pintu untuk bercerai jika kesabaran Maia telah habis.

KLIK - DetailLelah Hidup Dengan Kekerasan
Sebuah sumber yang mengenal Dhani mengatakan sikap lantang motor band Dewa itu wujud dari kecemburuannya akan kesuksesan Ratu. "Enggak cuma Ratu yang mau dihancurin. Image dan emosi Maia lagi diacak-acak nih," katanya.

Betulkah Dhani cemburu? Kepada NOVA Dhani pernah membantahnya. "Terlalu naif bicara seperti itu. Maia bukan level saya untuk dibuat cemburu. Maia belum melakukan sesuatu yang melebihi saya. Saya sombong tidak hanya kepada orang se-Indonesia, tapi dengan istri pun saya bisa sombong. Maia belum melampui saya. Maia itu murid saya. Kalau tidak ada saya, tidak ada Maia. Jadi buat apa saya cemburu sama Maia," kata Dhani.

Masih kata si sumber, pisah ranjang Dhani-Maia sebetulnya bukan terjadi sejak dua bulan lalu, tapi sejak November 2006. "Sejak ribut-ribut November itu, sampai sekarang Maia dengan Dhani masih diem-dieman (Tidak saling berbicara,Red) Dhani tidur satu kamar hanya dengan El dan Al, sementara Maia pilih tidur dengan Dul."

Maia sendiri terlihat pasrah dengan ultimatum Dhani yang terbaru. "Yah, begitulah," ujarnya. Maia tidak menutupi lagi kondisi rumah tangganya dengan Dhani tengah goyah. Komunikasinya dengan Dhani sedang tidak berjalan dengan baik.

Ketika disinggung lagi pernyataan Dhani yang tak segan-segan menceraikannya, Maia berbicara begini, "Pada dasarnya Dhani orang baik. Saya kenal Dhani sejak duduk di bangku SMP dulu. Harapan saya satu, Dhani bisa kembali menjadi baik seperti dulu."

Kata Maia pada kesempatan yang berbeda, setiap rumah tangga pasti punya masalah. Bila harus diakhiri dengan perceraian, Maia tak ingin menjadikan anak sebagai korban. "Anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Tidak menjadi rebutan. Saya tidak suka itu, karena sudah pasti anak-anak menjadi korban dan dirugikan." Bahkan, sambung Maia,

"Pembagain harta dari hasil perceraian, akan saya tabungkan untuk masa depan anak-anak."

Lalu, alasan Maia mengabulkan gugatan cerai, "Sangat melelahkan bila hidup dijalankan dengan melulu selalu diwarnai kekerasan."

Dalam acara Midnight Show di SCTV beberapa waktu lalu, terlihat Maia mati-matian untuk tidak menjawab pertanyaan yang nyerempet urusan rumah tangganya. Maia lebih sering menjawab no comment. Tapi begitu auranya diteropong, Maia tampaknya tidak bisa mengelak. Ia hanya bisa mesem-mesem, karena prediksi itu sepertinya benar. Karena Maia diduga sedang menyimpan emosi. Ia sungkan membuka amarahnya itu sehingga membuatnya stress sendiri.


Sedang Sibuk
Dhani yang dicoba kembali untuk dimintai pernyataannya mengenai hubungannya dengan Maia belum berhasil didapat. Menurut Iwan, dari manajernya Dewa, Dhani belum bias diganggu. Dhani, kata Iwan, tengah sibuk menyiapkan album yang rencananya akan dikeluarkan April mendatang.

"Dia tengah kedatangan big band asal Australia yang akan mengiring Dhani menyanyi, (25/1)," ujar Iwan saat bersama Dhani Cs menyaksikan penampilan Andra & The Backbone di Cilandak Town Square (Citos), Jumat (19/1) malam.

"Kami datang langsung dari studio. Sehabis acara ini Dhani akan langsung ke studio lagi," tambah Iwan. Selain melihat band Andra yang merupakan personel Dewa, Dhani menyempatkan diri bernyanyi sambil memetik gitar. Saat menyanyikan Antara Aku, Kau dan Dia, Dhani mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Di antara mereka tampak Mulan yang mengenakan kaus putih dan rok pendek merah. Mulan pun menikmati sambil bergoyang-goyang.

Lantas di mana Maia. Kok tidak kelihatan? "Dari pagi sudah keluar rumah," jawab Iwan lagi.
KLIK - Detail
Mulan Hamil?

Sementara itu, Sabtu (13/1) lalu, tanpa diduga Mulan yang selama ini terlihat patuh, melontarkan protes. Dalam sebuah jumpa pers, Mulan mengeluarkan surat pernyataan yang bernada mengancam. Ia mengancam hengkang dari Ratu karena menganggap manajemen Ratu tidak transparan dalam membicarakan honornya yang makin mengecil semenjak Vita dipecat.

Surat yang dibacakan kakak Mulan, Ismayasari, itu meminta agar keuangan Ratu diaudit secara terbuka. Mulan memberi waktu 10 hari semenjak protesnya itu, jika tidak ia akan betul-betul mundur dari Ratu. Ancaman itu jelas ditujukan ke Dhani dan Maia. Konperensi pers itu berlangsung tanpa tanya-jawab.

Begitu beraninyakah Mulan terhadap Dhani dan Maia yang berperan dalam mengangkat karier wanita asal Bandung itu? Itu menjadi pertanyaan besar. Apalagi konperensi pers itu berlangsung hanya beda beberapa jam setelah Mulan tampak bergoyang mengikuti lantunan Dhani saat manggung di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, malam sebelumnya. Kabar yang kemudian beredar ini hanya rekayasa untuk mengalihkan perhatian, karena konon Mulan sedang berbadan dua. Dengan alasan transparansi itu, Mulan bisa off dari Ratu tanpa tampak hamil. Untuk memastikan kabar burung itu, NOVA menyambangi rumah Mulan, Sabtu malam.

"Ha? Berita dari mana? Hamil sama siapa, bebek, guling, tembok? Enggak benarlah," sanggah Mulan ke NOVA. Ia juga sudah bosan ditanya isu kawin sirinya dengan Dhani.

Mulan membantah aksinya ini untuk mengembosi Ratu atau Maia. "Tidak. Aku sangat mencintai Ratu. Aku berdoa Ratu tidak boleh bubar. Ratu hebat, tidak ada aku Ratu tetap hebat. Aku yakin itu. Dan aku tidak mau keluar dari Ratu. Aku ulangi, aku tidak mau keluar dari Ratu. Aku nonaktif, dari kegiatan Ratu per 20 Januari ini, lantaran tidak ada tanggapan atas pertanyaan itu. Sampai kapan? sampai aku peroleh transparan data yang aku butuhkan," kata Mulan lagi. Loh?

Mulan juga menolak "keberaniannya" ini karena ada Dhani di belakangnya, guna mengganggu Maia. "Salah besar. Itu salah besar. Semua orang nanti juga akan tahu, kok. Karena aku punya bukti-buktinya dari apa yang aku tanyain ini."

GANTI NAMA UNTUK SELARASKAN ENERGI

Maia akhirnya terjun ke dunia musik. Tak hanya belajar main musik dan mencipta lagu, ia juga mulai mengaransemen. Setalah itu ia membentuk Duo Ratu. Berbagai persoalan ia hadapi sampai akhirnya kiprahnya di dunia musik diakui.

KLIK - Detail Suatu hari di tahun 1999, aku dan Dhani belanja di Mal Pondok Indah. Saat aku membayar belanjaan di kasir, kulihat Dhani didatangi seorang perempuan. Kupikir, Dhani didatangi fansnya. Selesai membayar, aku menghampiri Dhani dan perempuan itu. "Kenalin, ini Pinkan, seorang penyanyi," ujar Dhani.

Pinkan minta Dhani menjadi produsernya. Bahkan, Pinkan nyaris nekat menyanyi di depan umum supaya Dhani bisa mendengar suaranya. Dhani mengatakan pada Pinkan untuk melanjutkan pembicaraan lewat telepon saja. Sebenarnya, sih, Dhani enggak mau menjadi produsernya.

Tak lama setelah pertemuan itu, Pinkan menelepon Dhani ke rumah. Namun, Dhani enggak mau menjawab. Dia minta aku yang menerima teleponnya. Kukatakan pada Pinkan, Dhani enggak bisa memproduseri dirinya. Aku menawarkan padanya untuk ikut audisi proyek duo yang kubikin. "Kalau mau ikut datang saja ke rumah," ujarku.

SUKA SUARA UNIK
Beberapa hari kemudian, Pinkan benar-benar datang ke rumah dan langsung aku audisi sendiri. Ketika mendengar suaranya yang unik, aku langsung jatuh cinta. Aku sudah punya feeling, lagu-laguku akan jadi bagus kalau dianyanyikan Pinkan.

Sebelum memutuskan menggandeng Pinkan, aku terlebih dulu minta izin Dhani. Kupanggil Dhani untuk langsung mendengarkan vokal Pinkan yang unik. Tanpa pertimbangan apa pun, Dhani langsung suka. Setelah ketemu penyanyinya, aku mencari nama untuk duoku. Kira-kira apa ya?

Tadinya sempat terpikir mau pakai nama Dewi, karena nama band suamiku Dewa. Lantas terpikir nama Ratu. Ya, tampaknya cocok, Duo Ratu. Dhani langsung setuju. "Ya, itu bagus. Ratu saja namanya," begitu komentarnya. Akhirnya aku dan Pinkan resmi memakai nama Ratu.
Selanjutnya, aku mencipta banyak lagu untuk dimasukkan ke dalam album perdana kami.

Sebelum masuk dapur rekaman, aku mengajak Pinkan untuk mengisi waktu dengan menjadi backing vocal Dewa. Karena jadwal panggung Dewa sangat padat, proyek pengerjaan albumku malah tersendat. Tak terasa, sampai tiga tahun, aku dan Pinkan belum juga masuk dapur rekaman.

KLIK - Detail Setelah menunggu sekian lama, akhirnya aku bisa juga menyelesaikan album pertama di bawah perusahaan rekaman Sony Music Indonesia. Lagu yang berjudul Baik-Baik Saja dan Jangan Bilang Siapa-siapa, tak disangka menjadi hits. Jadilah, Ratu dikenal masyarakat luas. Jadwal panggung kami semakin padat, tidak hanya di Jakarta tapi juga ke beberapa kota. Bahkan permintaan untuk mengisi acara di televisi pun membanjir.

CARI PENGGANTI PINKAN
Sayangnya, setelah sekian lama kami bersama dan mempertahankan kesuksesan, ternyata antara aku dan Pinkan muncul konflik. Sebetulnya aku tidak bertengkar dengannya secara personal. Intinya, aku ingin bekerja sama dalam sebuah teamwork, tapi Pinkan tak seperti yang kuharapkan. Sebagai duo, kami lama-lama sudah enggak kompak lagi. Hal itulah yang kadang-kadang bikin pekerjaan manajemen jadi berantakan.

Aku dan Pinkan tidak ada lagi kesamaan pandangan tentang berbagai hal. Akhirnya kami sepakat untuk berpisah bulan Oktober 2004. Saat berpisah, manajemen Ratu mengadakan konferensi pers di sebuah kafe yang dihadiri oleh kami berdua, lengkap dengan surat pengunduran diri Pinkan.

Sebulan setelah berpisah dengan Pinkan, suamiku meminta mantan manajer Dewa untuk mencarikan penyanyi perempuan di Bandung. Setelah menunggu beberapa waktu, aku mendapat beberapa file, termasuk foto-foto untuk calon pengganti Pinkan. Mereka cantik-cantik dan potensianl untuk jadi pengganti Pinkan. Kebanyakan dari mereka penyanyi-penyanyi band di kafe-kafe.

Saat memilih-milih file, aku melihat foto Mulan. Langsung saja aku merasa sreg. Dulu, namanya Wulan Sari. Aku minta pendapat Dhani tentang Wulan Sari ini. "Kalau kamu memang suka, kejar saja penyanyi itu sampai ketemu," kata Dhani.

Setelah mencari-cari informasi, aku mendapat kabar, di bulan November 2004, dia menyanyi di Kafe Barbados, Kemang, Jakarta Selatan, bersama band-nya, Dimensi. Kudatangi kafe itu untuk bertemu langsung dengan Wulan Sari. Pertama kali mendengar suaranya, aku langsung suka. Aku memintanya untuk datang ke rumahku untuk audisi.

Aku tetap minta pertimbangan Dhani. Akhirnya, kupanggil teman-teman Dhani yang semuanya laki-laki untuk menilai Wulan yang asli dari Bandung. Ternyata, mereka semua oke. Aku pun memutuskan untuk berpartner dengan Wulan.

Akan tetapi, aku harus menunggu kontrak Wulan dengan band Dimensi habis dulu. Aku enggak mau mengobrak-abrik kontraknya. Biar bagaimana pun aku harus menghormati Wulan yang masih bekerja untuk Dimensi. Aku enggak mau, membajak Wulan.




PERCAYA ENERGI NAMA
Selama sebulan, aku secara intensif mengamati Wulan, sebelum dia benar-benar bergabung dengan Ratu. Aku sudah benar-benar yakin, Wulan akan jadi partner-ku. Mencari parner kerja, kan, sama seperti mencari jodoh atau suami. Harus benar-benar yakin dan hati-hati. Nah, setelah yakin, bulan Januari 2005, aku dan Wulan mulai meneken kontrak berdua. Kenapa manajemen Ratu bikin kontrak? Ya, supaya anggota Ratu enggak bisa bersikap seenaknya.

KLIK - Detail Setelah Wulan benar-benar jadi bagian dari Ratu, aku bertanya pada seorang habib yang dekat dengan keluargaku mengenai partner baruku. Habib bilang, energiku dengan energi Wulan enggak bagus untuk disatukan. Wah, aku sedih banget. Namun, habib memberi jalan keluar. Ia mengatakan,salah satu caranya agar energi kami bisa baik, nama Wulan harus diganti. Aku mengusulkan nama Mulan. Habib setuju. Yang lebih menggembirakan, Wulan pun tak keberatan.

Aku bertanya pada habib karena aku sangat percaya pada energi nama. Aku percaya, sebuah nama juga sangat memengaruhi kesuksesan Ratu. Bagiku, sebuah nama adalah sebuah doa, dan doa adalah energi. Jadi, setiap nama akan membawa energinya masing-masing. Setelah banyak bertanya pada habib dan mengetahui tentang ilmu energi itu, ternyata namaku dan Pinkan, kalau disatukan memang enggak bagus.

Terbukti setelah partnerku berganti nama menjadi Mulan, Ratu benar-benar menanjak. Penjualan album kedua, Ratu and Friend, dengan single Teman Tapi Mesra (TTM) disukai masyarakat. Mulai anak-anak hingga manula pun menyukai lagu TTM. Sungguh luar biasa, TTM berhasil mendapat dua platinum.

Album kedua ini aku sengaja enggak mengeluarkan album full, melainkan kompilasi dengan penyanyi-penyanyi lain. Bisa disebut album ini sebagai sebagai pre-album. Kenapa demikian? Aku pusing karena banyak orang masih membanding-bandingkan Mulan dan Pinkan. Ini semua karena setiap manggung, kami masih membawakan lagu-lagu Ratu waktu masih dengan Pinkan.

Banyak orang masih menganggap suara Pinkan lebih bagus dari Mulan. Aku pikir, enggak bisa begitu terus. Kasihan Mulan, harus menanggung beban besar dan harus keluar dari bayang-bayang Pinkan. Padahal dia sudah berusaha maksimal untuk membuat Ratu kembali naik.
Akhirnya kuputuskan untuk membuat single saja dulu. Aku yakin, ketika Mulan sudah menyanyikan singel-nya, otomatis nanti orang akan berujar, "Oh Mulan ternyata bagus."
KLIK - Detail
Ternyata benar saja, setelah TTM keluar, orang sudah mulai lupa dengan Ratu periode yang lalu. Padahal lagu-lagu yang kuciptakan masih seperti album pertama, yang terdengar agak-agak nakal.

DILIHAT SEBELAH MATA
Nama Ratu memang sedang meroket. Tapi sayang, sampai saat ini kayaknya bakat dan talentaku sebagai pemusik dan arranger musik Ratu, masih dilihat sebelah mata oleh orang banyak. Aku masih suka dengar bahwa lirik lagu dan musik Ratu diciptakan oleh Dhani. Aku seolah-olah masih selalu di bawah bayang-bayang Dhani. Padahal aku sudah kerja keras lo.
Nah, obsesi terbesarku adalah ingin menunjukkan pada orang banyak, bahwa aku yang membuat lirik, musik, dan aransemen lagu untuk Ratu. Jadi, bukan Dhani seperti sangkaan orang selama ini. Aku akan berusaha keras untuk menunjukannya.

Kini, aku sedang mempersiapkan album baru Ratu. Di album kedua ini, aku akan mencampurkan berbagai unsur musik. Tidak hanya pop, tapi juga lebih ke rock. Semua ini kulakukan supaya penonton Ratu enggak hanya yang di kafe, tapi juga penonton di stadion juga bisa menikmati musik Ratu.

Begitulah, aku paham sungguh, Tuhan saat ini sedang memberi aku kelebihan rezeki. Lagu-laguku disukai masyarakat. Betapa bahagianya bila mereka memberi pengakuan padaku sebagai musisi yang tidak dibayang-bayangi nama besar Dhani. Kalau semua sudah kurengkuh, barangkali aku akan memutuskan untuk pensiun dari dunia musik.

tentang maia estianty


PRESTASI MEROSOT TAJAM GARA-GARA PACARAN

Pentolan Duo maia ini tengah naik daun. Bahkan single nya Teman Tapi Mesra, yang dibawakan oleh formasi baru Ratu, berhasil mendapat double platinum. Kisah hidupnya ternyata begitu unik dan menarik.

KLIK - Detail Untuk bisa menjadi musisi seperti sekarang ini, aku sudah mulai merintisnya sejak kecil. Aku, Maia Estiyanti, anak ke-5 dari 6 bersaudara yang lahir di Surabaya, 27 Januari 1977, sudah memiliki sifat ambisius yang sangat besar sejak kecil. Saking ambisiusnya, aku enggak pernah mau kalah dengan teman-temanku yang lain, termasuk saat ikut berbagai perlombaan.

Di masa kecil itu, aku sering ikut berbagai lomba dalam acara 17 Agustusan, misalnya saja balap karung. Perlombaan apa pun kuikuti karena aku yakin banget pasti akan menang. Namun, aku sportif, kok. Kalau pun harus mengalami kekalahan, ya enggak apa-apa. Yang pasti aku akan terus mencobanya lagi sampai menang.

Tahu enggak, aku juga termasuk galak dan sangar. Bahkan, aku sudah galak sejak masuk TK. Di hari pertama masuk, aku sudah mengajak teman sekolahku berantem. Sebenarnya pertengkaran itu terjadi gara-gara sahabatku diganggu dan didorong-dorong kepalanya oleh teman laki-lakiku. Sebagai teman baik, aku enggak terima sahabatku diperlakukan begitu. Akhirnya teman cowokku itu aku tonjok saja.

Sifat galakku terus berlanjut ketika aku masuk SD Katolik Yohanes Gabriel Surabaya. Kata Ibu, Kusthini, waktu SD itu aku pernah bikin bocor kepala teman sekolahku gara-gara kulempar dengan sebuah benda yang aku lupa. Aku memang lupa kapan peristiwa itu terjadi. Ibu bilang, gara-gara kejadian itu, orang tuaku sampai dipanggil kepala sekolah.

KLIK - Detail BAKAT ISTIMEWA

Orang tua, pasangan Ir. Harjono dan Kusthini, mendidikku dengan cukup keras dan disiplin. Waktu aku dan kelima saudaraku masih kecil-kecil, Ibu mendidik kami untuk bagi-bagi tugas pekerjaan rumah. Waktu aku TK memang keluarga kami punya pembantu, tapi setelah itu tidak lagi. Semua pekerjaan rumah Ibu alihkan kepada kami yang semuanya perempuan. Mulai dari mencuci baju, ngepel lantai, dan mencuci piring sudah pernah aku jalani.

Dibandingkan dengan saudara-saudaraku yang lain, aku termasuk anak yang paling cuek. Karena kecuekanku ini, Ibu pernah sampai menangis lo. Ceritanya, marching band pimpinanku sudah langganan jadi juara di Surabaya. Lalu, kami ikut lomba marching band se-Indonesia. Ibu mengantarku ke Jakarta. Ternyata aku berhasil meraih juara satu mayoret. Namun demikian, aku tetap saja cuek sama Ibu. Mungkin Ibu menangis karena sakit hati melihat sikapku.

Belakangan, sifat cuekku ini menurun kepada anakku yang nomor dua, Muhammad El Jalaluddin Rumi (6). Dia enggak bisa dipeluk-peluk. Istilahnya mau dipegang saja susah banget. Ibuku juga merasa, El enggak bisa dipeluk dan dicium. Ibu pun sadar, sifat cuekku sudah menurun ke cucunya.

Oh ya, di antara kelima saudaraku, kakak sulungku punya sifat yang sama denganku yaitu: sama-sama ambisius. Dia juga enggak mau kalah di segala bidang. Tapi, banyak positifnya, kok. Di sekolah, kakak selalu jadi bintang kelas. Aku pun berpikir, kalau dia bisa, kenapa aku tidak. Aku harus bisa membuktikan bahwa aku juga bisa juara seperti dia. Itu sebabnya, prestasi sekolahku juga menonjol.

Aku juga menonjol di bidang seni. Sejak kecil aku sudah bisa main musik lo. Waktu itu, aku sudah mengusai piano. Tanpa kusadari, saat guruku melatih marching band, tak jarang aku ikut menyumbang ide soal nada-nada lagu yang pas dimainkan. Kala itu, aku memang sudah mulai bisa mengaransemen lagu.

Itu sebabnya, kata guru-guruku, aku termasuk murid yang memiliki bakat istimewa. Pernyataan ini kutemukan di buku tahunan SD. Mereka menulis tentang anak-anak berprestasi di sekolah di buku itu dan aku termasuk di dalamnya.

KLIK - DetailIKUT LOMBA MODEL
Selulus SD, aku masuk ke SMP Negeri 1 Surabaya, yang termasuk sekolah favorit. Prestasiku, masih saja di atas rata-rata. Aku selalu masuk jajaran murid-murid the best ten di kelas. Selain prestasi sekolah, aku juga menonjol di bidang lain. Aku, kan, termasuk enggak bisa diam. Aku mulai ikut lomba-lomba model. Nah, salah satu perstasiku di dunia model, aku berhasil menang di ajang Model Aneka Yess tahun 1990.

Selain itu, aku juga sering ikut lomba model di Surabaya. Pernah juga jadi Juara 1 Putri Matahari dan sempat menuai protes banyak orang. Pasalnya, usiaku masih terbilang masih sangat kecil untuk menjadi juara. Sejak itulah tawaran untuk menjadi model lokal mulai membanjiri diriku.

Prestasiku yang selalu berada di urutan paling depan, tiba-tiba harus kandas saat aku naik ke SMA. Nilaiku merosot tajam karena aku sudah mulai pacaran sejak kelas 3 SMP dengan teman lain sekolah. Nilaiku semakin hancur saat SMA karena pacarku jadi satu sekolah denganku.

Ayahku yang biasanya melihatku juara kelas, tiba-tiba kaget saat tahu aku mendapat ranking 28. Tentu saja orang tua marah besar. Mereka pun membuat banyak larangan. Mulai dari enggak boleh pacaran sampai pulang larur malam. Di sisi lain, aku sudah mulai berontak pada orang tua.

Pemberontakanku dimulai saat aku bekerja di sebuah radio di Surabaya, radio yang membolehkan anak SMP atau SMA bekerja di sana. Berhubung bekerja di dunia yang erat dengan musik, aku mulai sering nongkrong dan pergi ke dugem. Aku pun aku mulai belajar jadi DJ musik. Ayahku juga mulai melarang aku nge-DJ.

Semakin dilarang, pemberontakanku semakin menjadi. Aku mulai berpikir untuk lepas dari rumah dan ingin hidup sendiri. Denga tegas kukatakan rencanaku pada Ayah. Akhirnya, Ayah membolehkan aku keluar dari rumah, asalkan aku harus masuk perguruan tinggi negeri.


DAPAT LAGU CINTA
Dengan keyakinan yang tinggi, tamat SMA aku ikut UMPTN. Aku mendaftar ke Universitas Indonesia Jurusan Sastra Belanda. Aku pun diterima. Sesuai janjinya, Ayah mengizinkan aku sekolah di Jakarta. Aku kos di kawasan Depok, dekat dengan kampus. Rupanya aku salah jurusan. Ako bosan kuliah di Sastra. Setahun kemudian, aku ikut UMPTN lagi. Aku lolos lagi dan diterima di Jurusan Komunikasi UI.

KLIK - Detail Saat itu aku mulai tetap menjadi backing vocal grup Dewa yang dibentuk oleh Ahmad Dhani yang kini menjadi suamiku. Oh ya, kenapa aku bisa berpacaran dengan Dhani, ceritanya juga cukup seru. Sebenarnya perkenalanku dengan Dhani sudah dimulai sejak usiaku 14 tahun dan duduk di kelas 2 SMP.

Ceritanya saat aku ulang tahun, sahabatku mengajak Dhani ke rumahku. Sahabatku tahu, aku bisa main piano. Dia menunjukkan padaku seseorang yang juga jago piano. Ia menyarankan agar aku mau belajar dan bertukar ilmu dengan Dhani. Sejak itu Dhani mulai sering main ke rumah.

Meski sering bertemu, aku belum naksir Dhani. Padahal Dhani sudah bilang suka sama aku dan rajin memberi kaset-kaset love songs. Aku, sih, menganggapnya teman biasa. Setahun kemudian, aku juga pacaran dengan cowok lain. Setelah berpacaran selama 2,5 tahun, kami putus.

Setelah itu, saat aku kelas 2 SMA, dengan cueknya aku langsung mengajak Dhani untuk pacaran. Aku tahu, kok, Dhani memang sudah lama ingin jadi pacarku. Proses pacaranku dengan Dhani cukup cepat, karena kami sudah saling kenal sejak lama.

Lantas kenapa aku sempat menolak cinta Dhani? Waktu pertama kenal dia, aku memang enggak suka. Menurutku dia tengil banget. Namun, lama-kelamaan aku jadi suka dengan sikap pede-nya yang tinggi. Iya lo, sikap pede Dhani sejuta kali dari orang biasanya. Awalnya aku merasa aneh juga. Tapi, apa yang menjadi keyakinannya yang selalu diucapkan dengan rasa pede tinggi itu, bisa terbukti semua. Hal itulah yang bikin aku jadi suka sama Dhani.

PACARAN BACKSTREET
Sayang, orang tua enggak pernah menyetujui aku berpacaran dengan Dhani, bahkan ketika Dhani sudah jadi musisi. Banyak faktor kenapa Ayahku enggak suka pada Dhani. Antara lain, karena profesi Dhani yang jadi musisi itulah. Selain itu, Dhani hanya tamatan SMA, dan latar belakang keluarga yang tak disukai keluargaku. Ayahku, kan, rektor ITS yang selalu mementingkan pendidikan. Ayah menganggap, orang yang bertitel sarjana itu lebih bisa menjadi hidup.

KLIK - Detail Dalam hal ini, prinsipku berseberangan dengan Ayah. Aku, kan, sudah dekat betul dengan dunia musik yang tidak terlalu mementingkan titel seseorang. Aku juga beranggapan, bukan sekolah yang bisa menjadi hidup seseorang.

Tak ada jalan lain, aku dan Dhani sempat berpacaran backstreet. Aku tetap dengan pendirianku untuk berpacaran dengan Dani, tapi aku juga takut ketahuan orang tua. Setelah tiga tahun pacaran, kami berniat untuk menikah.

Sebelum memutuskan menikah, aku banyak bertanya kepada para kiai. Mereka bilang, "Kamu lebih baik menikah karena kamu dan Dhani satu iman. Menikah adalah ibadah, kenapa mesti takut menjalani. Kalau begitu, yang dosa orang tua kamu dong."

Begitulah, kusampaikan niat ini pada orang tua. Buntutnya, Ayah marah besar. Seumur hidupku, itulah pertama kali Ayah marah besar padaku. Maaf, ada hal yang enggak bisa kuceritakan yang membuat Ayah semarah itu. Ah, aku merasa berdosa karena menentang orang tua.


Maia Ahmad Pilih Operasi Lasik

Memakai kacamata saat show ternyata cukup merepotkan penyanyi Maia Ahmad. Apalagi Maia harus menggunakan kaca mata minus 2,5. Akhirnya, Maia pun memutuskan melakukan operasi lasik. "Mulan yang minus 5, sih, cukup memakai kontak lensa saja," kata Maia di sela peluncuran album ke-2 Ratu dengan singel andalan Teman Tapi Mesra, Rabu (31/8). "Tapi kalau saya, kayaknya lebih sreg dioperasi. Habis, repot juga harus pakai kacamata," papar Maia yang akan melakukan operasi, Jumat (9/9).
KLIK - Detail
Maia berharap setelah operasi makin bergaya tanpa harus menggunakan kaca mata lagi. "Jadi, main pianonya lebih asyik," tutur Maia yang merasa takut menjalankan operasi. "Takut, sih, pasti. Rasa ngeri sempat terlintas, karena yang dioperasi mata. Tapi, pasrah sama Allah saja, deh. Moga-moga operasinya berjalan lancar dan sukses ya," kata Ratu yang tampil funky.

"Kan, sesuai dengan album Ratu, gambaran anak muda yang tengah jatuh cinta. Musik Ratu yang lebih nge-rock harus disesuaikan dengan penampilan, dong." Untungnya, penampilan Maia tidak pernah diprotes anak-anaknya. "Kalau sudah seperti ini, usia sepertinya baru 17, lo, kayak ABG," ujar Maia yang tak pernah mematok harga bajunya harus mahal. "Yang penting, kepandaian kita memadupadankan antara busana yang satu dengan lainnya. Kayak begini, tetap menarik untuk dilihat, kan."

Maia Ahmad Temukan Pengganti Pinkan




KLIK - Detail Siapa pengganti Pinkan Mambo yang memutuskan keluar dari Ratu? Ternyata Maia Ahmad sudah menemukan dua orang pengganti. Mereka penyanyi di sebuah kafe yang salah satunya akan menggantikan posisi Pinkan. "Saya yang melamar mereka. Jadi, bukan mereka yang melamar pada manajemen Ratu," kata Maia. Padahal, sebelumnya ratusan penyanyi melamar untuk mengisi posisi Pinkan.

Sebenarnya, proses mencari pengganti Pinkan sudah dilakukannya sebelum vokalis Ratu itu dikeluarkan. Januari 2005 sudah ada penentuan siapa personel Ratu yang baru. Sehingga Februari sudah mulai jalan dengan personel yang baru. Hanya saja Maia enggan mengungkapkan lebih detail sosok dua kandidat tersebut. "Pokoknya, karakter vokalnya bagus dan enak didengar."

Tak hanya Maia yang menilai, tapi juga sang suami, Ahmad Dhani. Meski keputusan siapa yang berhak tetap ada di tangan Maia. "Kalau saya, sih, jika suaranya enggak enak didengar ya sudah enggak usah dipaksa," katanya seraya menjelaskan personel Ratu harus dapat diajak bekerjasama dan kooperatif. "Selain itu konsep penampilannya pun harus unik," tegasnya. Jadi, siapa? "Surprise saja, deh," kata Maia yang mengaku masih sering berhubungan dengan Pinkan. "Biasanya, dia tanya apakah boleh menyanyikan lagu-lagunya Ratu."



Selasa, 18 Mei 2010

Winda Idol Di Undang Maia "Ratu" Untuk Bergabung



Winda, kotenstan Indonesian Idol pertama, kabarnya akan didapuk menggantikan posisi Mulan di grup Ratu yang dibesut Maia Estianty. Bahkan, Maia sendiri yang mengundang Winda bergabung.

“Bulan ini saya memang diajak mbak Maia tur ke luar kota untuk nyanyi bareng, tapi belum tahu kapan. Pastinya bulan ini,” ungkap Winda di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2007).

Pemeran serial televisi Office Boy yang ditayangkan di RCTI ini mengaku tidak tahu banyak seputar ajakan tersebut karena yang mengurus adalah manajemen Indonesian Idol.

“Saya senang diajak duet dengan mbak Maia, tapi mungkin pertamanya cukup membebani saya karena menurut saya, mbak Maia is the queen. Apalagi, belum tentu saya bisa sehebat mbak Mulan,” ujarnya rendah hati.

Setelah bertemu Maia, rasa khawatir dalam diri Winda mulai luntur.

“Setelah bertemu mbak Maia, ternyata dia orangnya enak. Jika ditanya siap tidak bergabung, ya siap. Tapi, saya belum terpikir sama sekali dan tidak ada rencana bergabung dengan Ratu. Saya masih ingin solo karir,” tuturnya.