Sabtu, 08 Mei 2010

Mulan Kwok dan Popularitas Presiden


Nama besar ternyata bukan jaminan. Duo Ratu yang diawaki Maia
Ahmad dan Mulan Kwok, akhirnya terpaksa dilengserkan dari panggung.
Gara-garanya, Mulan, sang vokalis, dianggap tak santun saat tampil di hadapan
Presiden dan para pejabat serta perwakilan negara sahabat pada malam puncak
perayaan HUT Partai Demokrat, di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Jumat (8/9) pekan
lalu.
Dari enam lagu yang dijadwalkan, hanya dua lagu yang akhirnya bisa Ratu
bawakan. Saat hendak membawakan lagu ketiga, mereka pun dipaksa untuk turun
panggung.
Usut punya usut, pelengseran tersebut berkait dengan salah pengucapan nama
Presiden dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Bambang Susilo Yudhoyono
(BSY).
Itu baru kesalahan pertama. Yang dinilai justru sedikit fatal justru ketika
mantan presiden Abdurahman Wahid, yang biasa disapa Gus Dur itu, muncul saat
Ratu membawakan lagu keduanya.
Sontak saja perhatian tertuju pada Gus Dur. SBY menyambutnya. Melihat itu,
Mulan tak kalah gesit. Ia lalu melontarkan sapaan akrabnya. "Selamat datang
saudara Gus Dur," ucap Mulan cuek.
Mendengar ucapan itu, jelas saja banyak orang yang kaget, juga gerah. Mulan
dianggap tak santun. "Saya tak tahu ada instruksi dari siapa, yang pasti kabel
soundsystem terpaksa dicabut, Jadi pas mereka mau masuk lagu kedua, suaranya
tak muncul. Maia sempat melirik ke belakang. mereka lalu diberi tanda untuk
turun," ungkap Sri Mulyono, Ketua Departemen Sosial DPP Partai Demokrat, di
Jakarta, Selasa (12/9).
Max Sopacua, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPR-RI, yang ditemui di tempat
berbeda, mengaku terkaget-kaget mendengar apa yang dilontarkan Mulan saat
menyapa Presiden dan juga Gus Dur kala itu.
"Terus terang saat itu, saya kaget mendengarnya. Sebagai anak negeri kok tak
tahu nama pemimpinnya. Tapi saya pikir dia grogi saat itu," kata Max Sopacua di
Jakarta, Selasa (12/9).
Max sendiri hanya menyayangkan kurangnya sikap profesional Ratu. "sebagai
seorang entertainment yang profesional seharusnya dia bisa menguasai panggung
dan mengetahui lingkungannya," katanya.
Kejadian yang dialami Ratu sebaiknya juga menjadi pelajaran buat pelaku
entertainmen lainnya. Seorang penghibur, menurut max--yang juga menjabat Ketua
Komunikasi dan Informasi (Kominfo) DPP Partai Demokrat itu, seharusnya bisa
beradaptasi dengan lingkungannya dan menguasai lingkungannya.
"Seharusnya Ratu bisa membedakan siapa audiens-nya. Kalau kemarin tak ada
bedanya bagi Ratu tampil dihadapan kepala negara dengan masyarakat kebanyakan,"
ujarnya.
Max justru memuji penampilan pedangdut Cici Paramida yang tampil begitu elegan
pada saat itu. "Dari cara berpakaian saja sudah sangat lain," katanya.
Ya, tak hanya Duo Ratu, pedangdung Cici Paramida dan penyanyi senior Titiek
Puspa didaulat untuk menjadi pengisi acara tersebut. Soal penampilan Titiek
Puspa, tak usah lah diragukan lagi. Karena ia memang sudah mumpuni di
bidangnya.
"Kejadian ini harus menjadi hikmah buat Ratu. Pihak manajemen juga harus selalu
mengawal mereka untuk tidak lupa memperhatikan faktor lingkungan," kata Max.
Vitalia Ramona, Manajer Ratu, tak membantah tudingan jika Mulan telah melakukan
kesalahan itu. Pihaknya mengaku telah meminta maaf atas kejadian itu. Kepada
Gus Dur, Ratu telah menyatakan permohonan maafnya melalui Yenny Zannuba Wahid,
putri Gus Dur. "Kami langsung telepon Mbak Yenni untuk menyampaikan permohonan
maaf dan dia bilang tak masalah," ujar Vita saat dihubungi melalui telepon
genggamnya.
"Pada saat itu juga, kami telah memohon maaf atas penyebutan nama presiden,"
katanya
Tak dipungkiri, lanjut Vita, jika Ratu pada malam itu tampil gugup. Maklumlah,
ini pengalaman pertama bagi Ratu harus tampil di hadapan para pejabat negara.
Selain Presiden SBY dan Ibu Negara, juga hadir Wapres Yusuf Kalla, Gubernur
Sutiyoso dan para duta besar negara sahabat serta ribuan kader Partai Demokrat.
Menurut Vita, apa yang terjadi beberapa hari lalu akan dijadikan pelajaran.
"Briefing adalah hal yang paling utama. terus terang kami bingung, terlalu
banyak orang yang mengklaim sebagai panitia. Next time kita akan lebih
berhati-hati," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar